'Manusia Suka Meniru Gaya Bicara Orang Lain', katanya, menurut penelitian yang dilakukan oleh salah satu peneliti asal Amerika Serikat, ini adalah kejadian yang wajar, yang sering dilakukan oleh otak manusia sebagai kelanjutan dari usaha manusia dalam membentuk atau membangun suatu interaksi dan ikatan dengan manusia-manusia lainnya. Menirukan yang dimaksud disini adalah meniru aksen, gaya, ekspresi atau pikiran orang lain, sampai meniru pola bicara (atau yang biasa kita sebut dengan logat ; yang biasanya berbeda di setiap daerah). Kembali ke-tujuan orang sampai melakukan peniruan ini, ya itu tadi, untuk mempermudah dalam membangun suatu interaksi. Jadi menurut saya ini bukanlah hal yang buruk. Malah bagus sebenarnya, ini menunjukkan bahwa si-pelaku telah bertindak selaku mahluk sosial sesuai kodratnya. Tapi kerapkali terjadi hal-hal yang ganjil dalam praktek-nya, sehhingga dapat menjadi sesuatu yang cukup dapat mengelitik telinga pendengar-nya atau bahkan dijadikan bahan candaan yang objeknya tidak lain adalah si-orang yang mempraktekkan-nya. Tapi jangan takut, ini kan hal yang positif, jadi jangan pedulikan tawa-tawa mereka, anggap saja kamu adalah seorang seniman yang bergelut dalam seni cara berbicara (emang ada? maksa jadinya. hha)
---jogkomkolio---
Tidak ada komentar:
Posting Komentar